PJ. Gubernur” Pastikan Biaya Rumah Sakit Korban Bus Maut di Ciater Subang di Tanggung Pemerintah

Laka Lantas210 Dilihat
banner 468x60

 

Subang, BOMEN News.com –

banner 336x280

Pejabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, memastikan bahwa seluruh biaya Rumah sakit Korban Kecelakaan maut Bus Para wisata di Ciater sepenuhnya di tanggung oleh Pemerintah.

Di sampaikan Pj. Gubernur Jawa Barat saat melayat Korban di RSUD Ciereng Subang Minggu, 12 Mei 2024.”, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyampaikan duka
cita mendalam atas peristiwa kecelakaan bus di Subang yang merenggut banyak korban jiwa.

Pasca – kejadian, Bey langsung mendatangi RSUD Subang yang mana seluruh korban baik meninggal dunia maupun luka telah di evakuasi.

Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan bus terguling di Ciater, Subang yaitu 11 orang. Terdiri dari sembilan siswa, satu guru, dan satu warga Subang. Sementara 14 orang luka ringan, 23 luka sedang, dan 12 luka berat kini sedang di lakukan perawatan intensif di RSUD Subang.

Bus yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan rombongan pelajar dari SMK Lingga Kencana, Kota Depok.

Bey memastikan semua korban luka di tangani dengan maksimal dan seluruh biayanya di tanggung oleh pemerintah. Sementara untuk korban meninggal dunia secepat mungkin bisa di bawa oleh pihak keluarga.

“Kami pastikan semua biaya korban di tanggung pemerintah. Kami inginkan penanganan yang terbaik untuk korban luka dan untuk yang meninggal kami upayakan secepat mungkin bisa di bawa oleh keluarganya,” tuturnya.

Mengenai kronologis kecelakaan, Penjabat Gubernur masih menunggu investigasi dari kepolisian. Setelah penanganan para korban, Polda Jabar langsung menerjunkan tim investigasi untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan.

“Kami masih menunggu dari pihak kepolisian detailnya seperti apa. Itu kan melibatkan tiga bus,” ucap Bey.

Bey mengimbau kepada perusahaan bus agar selalu rutin memeriksa kelaikan kendaraan dan memberikan pengemudi yang dalam keadaan fit.

Ia juga minta ke pihak sekolah yang akan melakukan wisata maupun studi tur. Agar tidak ragu meminta bantuan polisi untuk memeriksa kendaraannya.

“Kami minta sekolah-sekolah terutama sekarang lagi musim liburan sekolah. Jangan ragu minta bantuan kepada pihak kepolisian memeriksa kondisi bus agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan,” pungkasnya. (H. Ade Bom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *