Kang Jimat Tindak Tegas Hentikan Aktifitas Alih Pungsi Lahan Yang Tidak Berijin

Pemerintahan158 Dilihat
banner 468x60

 

Subang, BOMEN News.com

banner 336x280

Bupati Subang H. Ruhimat meminta untuk di hentikan sementara segala aktifitas yang berhubungan dengan alih fungsi lahan PTPN. Yang bekerja sama dengan PT. Bintang Pratama Sejahtera (PT BPS).

Hal tersebut di sebabkan karena terjadinya banjir lumpur yang setiap turun hujan kembali menimpa pemukiman warga Desa Curugrendeng Kecamatan Jalancagak.

Dengan Kejadian banjir lumpur yang terjadi setiap turun hujan meminta khususnya Camat dan Satpol PP, untuk memantau lokasi. Kalau sebelum ada perijinan keluar, saya minta jangan ada aktifitas,” kata Bupati Subang H. Ruhimat (Kang Jimat) usai membuka Gebyar Hadiah Akbar Tridjaya Pagaden pada Minggu 30 April 2023.

Selanjutnya, Bupati Subang pun hanya mengijinkan pihak pengembang hanya untuk penanganan saluran supaya banjir lumpur tidak kembali menimpa pemukiman warga.

“Kecuali dalam rangka menangani saluran agar jangan sampai banjirnya kesana lagi, aktivitas saya minta untuk dihentikan terlebih dahulu,” kata Kang Jimat

Sebagaimana di ketahui bahwa tanah PTPN yang di alih fungsikan dengan luas lebih dari 40 hektar tersebut. Akan di gunakan proyek pemerintah dalam ketahanan pangan nasional yaitu penanaman kentang.

Pihak pengembang, dalam hal ini PT. BPS baru lakukan aktifitas Land Clearing (Pembersihan lahan yang akan di jadikan area pertanaman).

Hal tersebut juga yang di anggap sebagai sumber bencana datangnya banjir lumpur saat musim hujan. Yang terus berulang bagi pemukiman masyarakat dan warga sekitar di Desa Curugrendeng.

Kepala Desa Curug Rendeng Wawan menyebut ada dua kampung di Desa Curugrendeng yang menjadi area terdampak dari banjir lumpur tersebut. Yaitu Kampung Babakan (RW.05) dan Kampung Jabong (RW.06).

Kampung Babakan (RW.05) warga terdampak berada di RT.15. Sedangkan Kampung Jabong (RW.06) warga yang terdampak terdiri dari RT.18, RT.19, RT.40 dan RT.41.

Melihat hal tersebut, Kades Wawan melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Subang,” Secara tegas Bupati pun saat ini langsung menghentikan sementara aktifitas PT. BPS.

“Di Tutupnya sementara Aktifitas proyek tersebut merupakan tindakan paling tepat karena membahayakan. Setiap turun hujan terus menerus terjadi banjir lumpur ke dua kampung berikut lapang Sepak Bola lumpurnya sudah semata kaki.” Ujar Kades Wawan. ( Ade Bom)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *